Curhat Kurikulum Matematika 2013

Para pembaca sekalian, postingan kali ini edisi curhat saya. Semoga Anda tidak menyebut saya lebay karena curhatan ini ^_^.

Saya adalah salah satu guru sasaran implementasi kurikulum 2013, karena sekolah tempat saya mengajar merupakan salah satu sekolah sasaran implementasi kurikulum 2013, dan sekarang ditunjuk untuk menjadi guru pendamping implementasi kurikulum 2013 di beberapa sekolah sasaran di Kabupaten Cianjur.

Terus terang, saya sepertinya mendapatkan pencerahan setelah beberapa kali pelatihan sesi pelatihan yang saya ikuti. Saya mengikuti pelatihan untuk guru sasaran, pelatihan guru pendamping, In House Training dari pengawasa SMK di sekolah, juga mendapatkan materi kurikulum 2013 dalam Diklat Online di P4TK Matematika. Yang saya tangkap ketika mengikuti berbagai pelatihan itu adalah, bahwa saya (guru), bisa dikatakan dipaksa, harus melakukan pembelajaran matematika itu “sebagaimana mestinya”. Tapi, bukankah “paksaan” itu bagus?

Ya… bahwa pembelajaran matematika itu harus diajarkan secara bermakna, lewat penemuan, konsep ditemukan siswa dengan bimbingan guru, siswa diharuskan mengeksplorasi setiap konsep atau permasalah, guru tidak disarankan melakukan pembelajaran hanya dengan cara drill, ….

Bukankah materi-materi itu adalah yang didapatkan oleh semua calon guru matematika dulu di kampus tempatnya mencari ilmu? Tapi faktanya, semua itu seolah hilang ketika sudah ada di tempat nyata, yaitu sekolah. Yang dikejar hanyalah bagaimana muaranya itu adalah melatih mengerjakan soal-soal UN yang cukup dengan drill dan latihan saja.

Di kurikulum 2013 ini, dengan jelas digariskan bahwa guru harus melakukan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran yang direkomendasikan adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), Project Based Learning, dan Discovery Learning, dengan metode dan teknik pembelajaran apa saja tergantung kreativitas kita sebagai guru. Tentunya memang seperti itulah pembelajaran matematika itu seharusnya.

Jadi, kalau selama ini guru matematika cuek dengan proses pembelajarannya, tidak peduli bagaimana dia mengajar, hanya memberikan ceramah dan latihan tanpa makna, malas melakukan inovasi dan perbaikan dalam pembelajaran, tidak kreatif memunculkan sikap kritis dan kreatif para siswa, …. dengan kurikulum 2013 ini dipaksa untuk tidak seperti itu. Lesson plan yang disusun haruslah menuntut bagaimana agar siswa tertantang untuk mengeksplorasi, mencoba, dan menemukan konsep-konsep matematika secara bermakna.

Di luar segala kontroversi yang ada karena kurikulum ini, saya sangat mendukung pembelajaran matematika dilaksanakan seperti itu adanya. Tentunya butuh kerja keras, kesabaran, keikhlasan, dan semangat untuk terus belajar, menambah wawasan dan memperbaiki diri bagi setiap diri kita, para guru matematika.

Salam hangat dari saya ^_^….

Advertisements

Menulis Persamaan Matematika di WordPress dengan Latex – Bagian 1

Tahukah Anda bahwa kita bisa menulis persamaan matematika di blog wordpress dengan mudah? Artikel ini akan menunjukkan caranya. Yang Anda butuhkan adalah plugin Jetpack dari wordpress.

Menginstall Plugin Jetpack

Dari dashboard wordpress klik Plugins > Add New untuk menambahkan plugin baru. Di kotak search, isikan Jetpack lalu tekan Enter. Dari daftar pencarian Anda akan menemukan Jetpack by WordPress. Klik Install Now untuk menambahkannya ke situs wordpress Anda.

Tambahkan plugin baru.
Tambahkan plugin baru.
Install plugin Jetpack.
Install plugin Jetpack.

Dengan plugin Jetpack, kini blog kita sudah bisa menggunakan bahasa Latex.

Jetpack mendukung Latex.
Jetpack mendukung Latex.

Mulai Menulis Persamaan Matematika

Untuk menulis persamaan matematika, kita perlu memulai dengan kode $latex (dollar latex) dan ditutup kembali dengan $. Tampilan teks dari latex akan berbeda, misalnya $latex matematika $ akan menghasilkan matematika . Untuk mempermudah, kita akan belajar langsung dengan contoh.

Superscript dan Subscript

Untuk superscript kita menggunakan kode ^ dan untuk subscript menggunakan kode _.

Tanda pangkat menggunakan superscript, misalnya dalam persamaan kuadrat. Kita gunakan kode $latex ax^2+bx+c=0 $ untuk menghasilkan ax^2+bx+c=0 .

Subscript digunakan dalam index, misalnya dalam solusi persamaan kuadrat. Kita tulis $latex x_1$ untuk x_1 dan $latex x_2$ untuk x_2.

Kita bisa menggabungkan subscript dan superscript sekaligus, misalnya dalam permutasi kombinasi. Kode $latex x^n_2 $ akan menghasilkan x^n_2 .

Pecahan

Untuk menulis pecahan, kita gunakan kode frac. Untuk menulis a/b kita gunakan kode $latex frac{a}{b}$. Hasilnya \displaystyle \frac{a}{b}.

Bentuk pecahan ini bisa lebih rumit dengan menambahkan persamaan di dalam tanda kurung. Misal, kode $latex frac{a+b+c}{d+e+f}$ menghasilkan \displaystyle \frac{a+b+c}{d+e+f}.

Kita bisa menggabungkan pecahan ini dengan subscript dan superscript yang telah kita pelajari sebelumnya. Kode $latex frac{ax^2+bx+c}{dx^2+ex+f}$ akan memberi kita \displaystyle \frac{a{{x}^{2}}+bx+c}{d{{x}^{2}}+ex+f}.

Kesimpulan

Kita cukupkan saja untuk artikel kali ini. Di artikel berikutnya, kita akan belajar lebih mendalam dan mencoba membuat persamaan yang lebih rumit seperti \displaystyle {{x}_{1,2}}=\frac{-b\pm \sqrt{{{b}^{2}}-4ac}}{2a}.

Referensi:

http://www.sharelatex.com/learn/Subscripts_and_superscripts
http://www.sharelatex.com/learn/Parentheses